Praktikum Kimia – Pengertian, Fungsi, dan Alat-alat Laboratorium Terlengkap

Ilmusahid.com – Pengertian Laboratorium, Fungsi Laboratorium, dan Alat-alat Laboratorium Lengkap

A.  Pengertian dan Fungsi Laboratorium
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
“Laboratorium adalah tempat atau kamar tertentu yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan (penyelidikan dsb).
Menurut Oxford Dictionary
“Laboratorium adalah ruang atau bangunan yang dilengkapi dengan peralatan untuk melakukan percobaan ilmiah, penelitian, praktek pembelajaran, atau pembuatan obat-obatan dan bahan-bahan kimia”
Menurut PERMENPAN No. 3 Tahun 2010
“Laboratorium adalah unit penunjang akademik pada sebuah lembaga pendidikan yang berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan atau produksi dalam skala terbatas dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu, dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan/atau pengabdian kepada masyarakat.”

Fungsi Laboratorium :
1. Laboratorium sebagai sumber belajar
Tujuan pembelajaran fisika dengan banyaknya variasi yang dapat digali, diungkapkan, dan dikembangkan dari laboratorium. Laboratorium digunakan sebagai sumber untuk memecahkan masalah atau melakukan percobaan. Berbagai masalah yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran terdiri dari 3 ranah yaitu ranah pengetahuan, ranah sikap, dan ranah keterampilan/afektif.
2. Laboratorium sebagai metode pembelajaran
Di dalam laboratorium terdapat dua metode dalam pembelajaran yaitu metode percobaan dan metode pengamatan
3. Laboratorium sebagai prasarana pendidikan atau wadah proses pembelajaran
Laboratorium sebagai prasarana pendidikan atau Laboratorium terdiri dari ruang yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan dengan bermacam-macam kondisi yang dapat dikendalikan, khususnya peralatan untuk melakukan percobaan.

B. Nama Alat dan Fungsinya
1. Labu Ukur









Fungsi: Menampung dan mencampur larutan kimia. Selain itu juga untuk membuat dan mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi.

2. Tabung Reaksi

Fungsi : Menampung larutan dalam jumlah yang sedikit dan mereaksikan dua atau lebih zat.
3. Beker Gelas 
Fungsi : Menampung bahan kimia atau larutan dalam jumlah yang banyak.
4. Gelas Ukur 
Fungsi : Untuk mengukur volume larutan. Namun pada saat melakukan praktikum dengan ketelitian tinggi tidak diperkenakan untuk menggunakan gelas ukur. Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume. 
5. Pipet Ukur
Fungsi : Mengukur  volume larutan.
6. Penjepit Tabung Reaksi 
Fungsi : Menjepit tabung reaksi selama melakukan proses pemanasan
7. Pipet Tetes
Fungsi : Memindahkan beberapa tetes zat cair.
8. Mortar dan Alu 
Fungsi : Menggerus dan menghaluskan suatu zat yang berbentuk padat atau kristal.
9. Botol Semprot 
Fungsi : Menyimpan aquades dan digunakan untuk mencuci atau membilas alat-alat dan bahan.
10. Cawan Porselin 
Fungsi : Wadah untuk mereaksikan atau mengubah suatu zat pada suhu tinggi
11. Kawat Nikrom
 
Fungsi : Mengidentifikasi suatu zat dengan cara uji nyala
12. Erlenmeyer
 

Fungsi : Menyimpan dan memanaskan larutan dan menampung filtrate hasil penyaringan.
13. Pembakar Spirtus
Fungsi : Membakar zat atau memanaskan larutan dan dapat pula digunakan sebagai strelisasi suatu proses.
14. Batang Pengaduk 
Fungsi : Mengaduk larutan
15. Kaca Arloji 
Fungsi : Penutup gelas kimia. Juga dapat sebagai tempat menimbang bahan
16. Klem
 

loading...
Fungsi : Memegang corong dan buret yang digunakan untuk titrasi
17. Statif 
Fungsi : Bersama klem buret untuk menegakkkan corong dan buret
18. Kertas saring 
Fungsi : Menyaring larutan
19. Rak Tabung Reaksi 
 

Fungsi : Selain sebagai tempat tabung reaksi, biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi. Namun dalam mereaksikan zat yang menggunakan tabung reaksi sebaiknya menggunakan rak tabung reaksi demi keamanan diri sendiri maupun orang lain.
20. Bola Hisap 
Fungsi : Menghisap larutan yang akan diukur dari botol larutan. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur.
21. Corong Gelas  
Fungsi : Corong gelas dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas.
22. Corong Bucher
Fungsi : Menyaring larutan dengan bantuan vakum.
23. Kawat kasa 
Fungsi : Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan menggunakan pemanas spiritus atau bunsen
24. Buret
 

Fungsi : Mengeluarkan larutan dengan volume tertentu. Juga digunakan sebagai titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukur volume suatu larutan.
25. Pipet gondok 
Fungsi : Dipakai untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung.
26. Plat Tetes 
Fungsi : Tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil.
27. Lemari Asama  
Fungsi : Menyimpan larutan yang bersifat asam
28. Oven 
Fungsi : Mengeringkan peralatan yang akan digunakan. Selain itu sebagai pemanas pada suhu tinggi sekitar 1000 C
29. Neraca
 

Fungsi : Mengukur jumlah zat yang diperlukan
30. Bunsen 
Fungsi : Keperluan penggunaan api. Selain itu juga digunakan sebagai sterilasi dalam suatu proses.
31. Kertas indicator
 

Fungsi : Menentukan pH / mengindentifikasi keasaman larutan/zat 
32. Centrifuge
 

Fungsi : Memisahkan dan mengendapkan padatan dari larutan
32. Eksikator
  

Fungsi : Mendinginkan zat
33. Corong Pisah
 

Fungsi : Memisahkan larutan dan gas
34 . Mikropipet
  

Fungsi : Memindahkan cairan dengan volume yang sangat kecil
35. Tanur
Fungsi : Tempat fermentasi dan menumbuhkan media pada pengujian secara mikrobiologi.

Loading...
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *