Metamorfosis Sempurna pada Katak, Lengkap!

Katak merupakan hewan amfibi, yang dapat hidup di dua alam. Katak mengalami perubahan dari yang hanya dapat hidup di dalam air kemudian hidup hidup di dua tempat (dua alam). Metamorfosis sempurna katak bermula dari telur, kecebong, katak muda yang kemudian menjadi katak dewasa.

Metamorfosis Katak

Secara umum, metamorfosis katak terbagi ke dalam 4 (empat) fase, yaitu fase telur, kecebong atau berudu, katak muda, dan katak dewasa. keempat fase tersebut dapat diilustrasikan dengan gambar metamorfosis katak dibawah ini

  1. Fase Telur

    Sama seperti halnya metamorfosis kupu-kupu, proses metamorfosis katak juga diawali dengan fase telur. Telur katak didapat dari hasil pembuahan luar sel telur betina oleh sel telur jantan. Telur katak umumnya ditemukan secara menyatu atau berkelompok dikarenakan disatukan oleh semacam jel.

    Setelah bertelur, induk katak umumnya akan meninggalkan telurnya tersebut hal itu dilakukan agar nantinya dapat tumbuh secara alami. Dalam satu kali proses pembuahan, induk katak dapat mengeluarkan hingga kurang lebih 20.000 telur dengan jumlah 3 kali reproduksi setiap tahunnya. Namun, jumlah tersebut tergantung dari tingkat kesehatan induk katak itu sendiri dan faktor lingkungan di sekitar tempat hidupnya.

    Perkembangan fase telur dalam metamorposis dapat berlangsung hingga 21 hari. Selama proses itu terjadi, embrio menggunakan cadangan makanan dari kuning telur untuk pertumbuhan berbagai organ hingga siap menetas dan menjadi kecebong.

  2. Fase Kecebong

    Setelah bermetamofosis selama 21 hari, embrio pada telur kemudian keluar dari cangkang telur sebagai berudu. Pada tahap awal ini, berudu pada umumnya masih akan memakan sisa makanan dari cangkangnya sehingga fungsi tubuhnya memungkinkan untuk mencari makan sendiri.

    Berudu memiliki ekor yang panjang untuk menunjang pergerakannya di dalam air, insang ekternal yang digunakan untuk pernapasan, dan sebuah mulut yang digunakan sebagai alat untuk makan.

    Perlu kita ketahui bahwa fungsi insang pada berudu sama persis seperti insang pada ikan, sementara makanannya pada fase ini adalah ganggang dan mikrorgansime air lainnya.

    Berudu memiliki beragam warna, hijau, hitam, dan berwarna merah. Ternyata warna pada berudu ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Warna berudu akan menyesuaikan warna lingkungan sekitarnya untuk berkamuflase.

    Selama kurang lebih 5 minggu, dalam proses metamorfosis katak, berudu akan terus menerus mengalami perubahan bentuk morfologis dan fungsi fisiologis organ. Kaki belakangnya mulai tumbuh diikuti pertumbuhan kaki depan, serta paru-parunya mulai berkembang sebagai persiapan masuknya fase baru dalam proses metamorfosis yang dilaluinya.

  3. Fase Katak Muda

    Setelah mengalami fase pertumbuhan, kecebong akan berubah bentuk. Mulutnya akan melebar, insang yang dimiliki juga akan hilang, ekornya mulai memendek, dan paru-paru telah hampir berfungsi. Pada fase inilah kita dapat melihat kecebong berubah menjadi seekor katak muda.

    Dalam proses fase ketiga ini pada umumnya berlangsung selama 3 minggu hingga membentuk katak muda telah sempurna menjadi bentuk katak dewasa.

  4. Fase Katak Dewasa

    Tepat 11 minggu setelah telur diletakan oleh induknya, yang dulunya telur kini telah tumbuh menjadi katak dewasa. Katak dewasa telah memiliki paru-paru sempurna yang berfungsi sebagai alat pernafasan di daratan. kakinya tumbuh kuat dan memiliki selaput antar setiap jarinya. Sementara ekornya hilang.

    Katak tersebut akan terus berkembang menjadi dewasa dan siap melakukan perkembangbiakan kembali melalui proses pembuahan luar bersama pasangannya untuk memulai proses metamorfosis katak baru.

Demikianlah proses metamorfosis katak serta penjelasannya. Semoga bermanfaat dapat menjadi referensi dalam pembelajaran.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *