Kisah Kucing Putih dan Seorang Pria Tua


Ilmusahid.com - Kisah Kucing Putih dan Seorang Pria Tua
Ada seekor kucing putih tak terawat yang dibiarkan pergi begitu saja oleh pemiliknya. Bulu putihnya yang indah itu kini seperti kain keset yang terus di hinggapi debu dan kotoran. Dia mengeong-ngeong mengeluarkan suara paraunya demi mendapat makanan dari manusia sekelilingnya. Tapi tak satupun manusia yang mengasihinya. Dia berjalan kesana kemari mengelilingi seluruh rumah di sebuah perumahan di sudut kota. Kotoran badan sudah tidak dipedulikannya lagi. Yang terpenting adalah bagaimana dia makan dihari itu. Tibalah malam hari dia mendapati rmh yang sederhana dibandingkan rumah sekelilingnya. Dia mengelilingi kondisi rumah itu, ketika berada tidak jauh dari pintu keluarlah seorang pria tua. Pria tersebut lantas menatap kucing tersebut dengan rasa iba. Ditengah malam ketika semua orang tidur, pria tua itu masuk kembali kedalam rumah dan keluar membawa makanan. Lalu diberinya ke kucing itu. Dengan lahap kucing tersebut memakannya, jarang-jarang mendapatkan makan seenak itu. Karna perasaan iba, pria tua itu akhirnya berniat merawatnya. Dimandikannya kucing itu, dibuatkannya tempat tidur senyaman mungkin, dan selalu disiapkan makanan khusus utk kucing itu. 
Kisah Kucing Putih dan Seorang Pria Tua
Namun suatu ketika pria tua itu murka, didapati lauk makanan sudah tidak ada. Setelah diselidiki ternyata sisa lauknya berada dibawah tempat tidurnya. Dilihatnya juga jejak kaki kucing penuh lumpur menghiasi tempat tidur dan baju-bajunya. Bau kotoran juga menyerbak keseluruh tas peninggalan orgtuanya. Dia yakin sekali semua itu adalah perbuatan si kucing putih yg dirawatnya. Tetapi dia tidak langsung semena-mena mengusir kucing putihnya itu karna belum menyaksikannya sendiri. Kucing putihnya pun juga bersih tak ada kotoran yang melekat di bulunya. Dia tetap merawatnya penuh kasih sayang layaknya pertama dulu. 

Minggu berganti minggu, kejadian tersebut sering terulang. Dengan sedikit kesal pria itu selalu membersihkannya dengan mencari kesempatan kucing mana gerangan yang menimbulkan semua ini. Akhirnya kesempatan itu pun datang juga, dilihatnya seekor kucing mengendap-ngendap disudut atap rumahnya dan masuk dengan membawa lumpur dikakinya. Dilanjutkannya dengan langsung menuju ke atas tempat tidur pria tua itu sembari berbaring menjilat-jilat seluruh tubuhnya. Tanpa merasa bersalah dia beranjak dr tempat tidur dan memakan makanan yg sudah disediakan termasuk lauk pria tua itu. Selanjutnya ia berbaring ditempat tidurnya dengan keadaan bersih dan perut kenyang. Kebetulan saat itu pria tua tersebut tidak sibuk dgn pekerjaannya, sehingga dia dapat menyaksikan sendiri kejadian yang sering membuatnya murka. Dengan penuh marah pria tua itu mengangkatnya keluar dan mengusirnya pergi. Kucing itu mengeong-ngeong mungkin meminta maaf, tetapi pria tua itu tidak memperdulikannya lagi dan semakin berang dibuatnya. Kucing itu lalu pergi dan tak kembali lagi. Kucing itu adalah kucing putih yg pernah dirawat penuh kasih sayang dan kini dia kembali terlantar dengan bulu kumal nan kotor seperti sebelum ditemukan oleh pria tua itu.
Pelajaran yang dapat diambil : 
Kucing putih kepada pria tua - "Jangan pernah menyia-nyiakan orang yangg sangat sayang ke kita Jika tak ingin kesempatan itu hilang. Ingat ! rasa sayang yang pertama itu tulus dibandingkan rasa sayang yang telah dikhianati."
Pria tua kepada kucing putih - "Memaafkan itu lebih baik. Bukankah Allah itu maha pengampun kepada setiap hambanya ?"
Bagikan ke:

Kisah Kucing Putih dan Seorang Pria Tua
Join This Site Show Conversion CodeHide Conversion Code Show EmoticonHide Emoticon

Please comment with polite