Materi Pelajaran Fisika - HUKUM NEWTON

Ilmusahid.com - Materi Pelajaran Fisika - HUKUM NEWTON-Hukum Pertama Newton-Hukum Kedua Newton-Hukum Ketiga Newton
Hukum gerak Newton adalah tiga hukum fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir 3 abad dan dapat dirangkum sebagai berikut:
  1. Hukum Pertama: "Setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Berarti jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan). Hal ini berlaku jika dilihat dari kerangka acuan inersial".
  2. Hukum Kedua: "Sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan sebesar a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau dapat dituliskan dengan persamaan F = M.a. Bisa juga diartikan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan turunan dari momentum linear benda tersebut terhadap waktu".
  3. Hukum Ketiga: "Gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama,namun dengan arah berbeda, dan segaris. Artinya jika benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberikan gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya".
Ketiga hukum gerak ini pertama kali dirangkum oleh Isaac Newton dalam karyanya "Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica" yang diterbitkan pada 5 Juli 1687. Newton menggunakan karyanya untuk menjelaskan dan meneliti gerak dari bermacam-macam benda fisik maupun sistem. Contohnya dalam jilid tiga dari naskah tersebut, Newton menunjukkan bahwa dengan menggabungkan antara hukum gerak dengan hukum gravitasi umum, ia dapat menjelaskan hukum pergerakan planet milik Kepler.
Hukum Newton pertama dan kedua, dalam bahasa Latin, dari edisi asli journal Principia Mathematica tahun 1687.
Gambar : Hukum Newton pertama dan kedua, dalam bahasa Latin, dari edisi asli journal Principia Mathematica tahun 1687.

1. Hukum Pertama Newton 
Dalam bahasa Latin Hukum Pertama Newton berbunyi :
Lex I: Corpus omne perseverare in statu suo quiescendi vel movendi uniformiter in directum, nisi quatenus a viribus impressis cogitur statum illum mutare.
Atau dalam bahasa Indonesia berbunyi :
Hukum I: Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.

Hukum ini menyatakan bahwa jika resultan gaya (jumlah vektor dari semua gaya yang bekerja pada benda) bernilai nol, maka kecepatan benda tersebut konstan.
Secara matematis dituliskan :

∑F = 0

Keterangan :
∑F = resultan gaya (Kg m/s2)

Atinya Suatu benda akan mempertahankan keadaanya apabila gaya yang bekerja padanya sama dengan 0.
Contoh kasus Hukum Pertama Newton dalam kehidupan sehari-hari
  1. Penumpang akan terasa terdorong ke depan saat mobil yang bergerak cepat direm mendadak
  2. Koin yang berada diatas kertas di meja akan tetap berada disana ketika kertas ditarik secara cepat

2. Hukum Kedua Newton
Hukum kedua Newton berbunyi :
Dalam bahasa Latin Hukum Kedua Newton berbunyi :

Lex II: "Mutationem motus proportionalem esse vi motrici impressae, et fieri secundum lineam rectam qua vis illa imprimitur"
Kemudian diterjmahkan dengan cukup tepat oleh Motte pada tahun 1729 menjadi:

Law II: "The alteration of motion is ever proportional to the motive force impress'd; and is made in the direction of the right line in which that force is impress'd".
Atau dalam Bahasa Indonesia berarti:

Hukum Kedua: "Perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang dihasilkan/bekerja, dan memiliki arah yang sama dengan garis normal dari titik singgung gaya dan benda".


Secara matematis dituliskan :
∑F = m.a

Keterangan :
∑F = resultan gaya (Kg m/s2)
m = massa (kg)
a = percepatan (m/s2)

Artinya dengan ∑F adalah total gaya yang bekerja, m adalah massa benda, dan a adalah percepatan benda. Maka total gaya yang bekerja pada suatu benda menghasilkan percepatan yang berbanding lurus. Massa yang bertambah atau berkurang dari suatu sistem akan mengakibatkan perubahan dalam momentum. Perubahan momentum ini bukanlah akibat dari gaya. Untuk menghitung sistem dengan massa yang bisa berubah-ubah, diperlukan persamaan yang berbeda. massa suatu benda sangat berpengaruh terhadap gaya dalam suatu sistem. Pertambahan atau pengurangan massa akan mengakibatkan suatu perubahan. Nah untuk menghitung sistem dengan massa yang berubah – ubah diperlukan perumusan yang berbeda. Berdasarkan Hukum Kedua Newton, maka kita dapat menyimpulkan bahwa semakin besar gaya F, maka percepatan a semakin besar. Sebaliknya, semakin besar massa m, percepatan a semakin kecil.
Contoh kasus Hukum kedua Newton dalam kehidupan sehari-hari
  1. Gaya yang ditimbulkan ketika orang menarik gerobag yang penuh dengan sampah,untuk dipindahkan dari satu tempat ke tempat pembuangan sampah.
  2. Bola yang diam kemudian ditendang maka bola akan bergerak dengan percepatan tertentu.
3. Hukum Ketiga Newton
Dalam bahasa Latin Hukum Ketiga Newton berbunyi :
Lex III: "Actioni contrariam semper et æqualem esse reactionem: sive corporum duorum actiones in se mutuo semper esse æquales et in partes contrarias dirigi.
Atau dalam Bahasa Indonesia berarti:
Hukum ketiga : "Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah."

Benda apapun yang menekan atau menarik benda lain mengalami tekanan atau tarikan yang sama dari benda yang ditekan atau ditarik. Kalau anda menekan sebuah batu dengan jari anda, jari anda juga ditekan oleh batu. Jika seekor kuda menarik sebuah batu dengan menggunakan tali, maka kuda tersebut juga "tertarik" ke arah batu: untuk tali yang digunakan, juga akan menarik sang kuda ke arah batu sebesar ia menarik sang batu ke arah kuda.
Secara matematis dapat dituliskan :
Faksi = -F reaksi

Hukum ketiga ini menjelaskan bahwa semua gaya merupakan interaksi antara benda-benda yang berbeda, maka tidak ada gaya yang bekerja hanya pada satu benda. Jika benda A mengerjakan gaya pada benda B, benda B secara bersamaan akan mengerjakan gaya dengan besar yang sama pada benda A dan kedua gaya segaris.
Contoh Hukum Ketiga Newton dalam kehidupan sehari-hari :
  1. Adanya gaya gravitasi, Peristiwa gaya magnet, gaya listrik
  2. Duduk di atas kursi berat badan tubuh mendorong kursi ke bawah sedangkan kursi menahan (mendorong) badan ke atas. 
  3. Jika seseorang memakai sepatu roda dan mendorong dinding, maka dinding akan mendorong sebesar sama dengan gaya yang kamu keluarkan tetapi arahnya berlawanan, sehingga orang tersebut terdorong menjauhi dinding

Bagikan ke:

1 komentar:

Thank you for commenting
28 Oktober 2016 06.25

ijin copas gan

Congratulation Ety Lestari you first commentator
Reply

Materi Pelajaran Fisika - HUKUM NEWTON
Join This Site Show Conversion CodeHide Conversion Code Show EmoticonHide Emoticon

Please comment with polite