Kisah Teladan Nabi Musa A.S dan Wanita Pezina

Ilmusahid.com  - Kisah Teladan Nabi Musa A.S dan Wanita Pezina : Dosa orang yang meninggalkan Sholat dengan sengaja dan tanpa penyesalan.
Assalamuallaikum Wr.wb
Apa kabar sahabat ilmusahid.com ? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin. Pada postingan kali ini Admin memberbagi kisah inspiratif atau teladan untuk kita semua dari kisah Nabi Musa a.s dan wanita pezina. Bagaimana kisahnya ?
Selamat membaca ^_^

Dosa orang yang meninggalkan Sholat dengan sengaja dan tanpa penyesalan
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia tengah berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menutup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan yang menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih , badan yang ramping serta roman muka yang ayu , tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah membalut hidupnya. Langkahnya terseret - seret mendekati rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan - pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “ Silakan masuk ”. Perempuan cantik itu berjalan masuk sambil kepalanya terus menunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.” “Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa a.s terkejut. “Saya takut mengatakannya.” jawab wanita cantik itu. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa a.s. Maka perempuan itu pun terpatah bercerita, “Saya telah berzina.” Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya pun tersentak seketika.
Perempuan itu meneruskan ceritanya, “Dari perzinaan itu saya pun lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya cekik lehernya sampai tewas”, ucap wanita itu seraya menagis sejadi - jadinya. Nabi musa a.s berapi - api matanya. Dengan muka berang ia menghardik,” Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!!" teriak Nabi Musa sembari memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu , hancur luluh segera bangkit dan melangkah pergi. Dia terantuk - antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa a.s. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya , bagaimana dengan manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa setelah sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?” Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu ? Betulkah Ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?” Nabi Musa a.s dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Ada!” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran. “Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina." Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil kembali wanita tadi untuk menghadap kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari , orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sholat itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan - akan menganggap remeh perintah Allah , bahkan seolah-olah menganggap Allah tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertaubat dan menyesali dosanya dengan sungguh - sungguh berarti masih mempunyai iman dihatinya. Itulah sebabnya Allah pasti mau menerima kedatangannya.

Dikutip dari buku 30 kisah teladan – KH . Abdurrahman Arroisy.
Dalam hadist Nabi SAW disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an , membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah. Dalam hadist yang lain juga disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya , maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub setara dengan delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 Hari, sedangkan satu hari di akhirat perbandingannya merupakan seribu tahun di dunia. 

Demikian kisah teladan Nabi Musa a.s dan Wanita Pezina yang dapat Admin berikan. Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran buat kita semua serta timbul niat untuk segera menunaikan Sholat. Untuk saran dan komentar silahkan cantumkan dibawah ini.
Wassalamuallaikum wr.wb
Bagikan ke:

Kisah Teladan Nabi Musa A.S dan Wanita Pezina
Join This Site Show Conversion CodeHide Conversion Code Show EmoticonHide Emoticon

Please comment with polite